Filsafat dengan Donat
Filsafat
menurut saya itu seperti donat, yang bulat dan berlubang tengah. Kenapa saya
mengatakan filsafat itu seperti donat, karena filsafat itu menurut saya rumit
dan muter-muter terus dan tak ada habisnya, setelah teori filsafat yang satu
selesai dipelajari muncul lagi teori filsafat yang lainnya, dan itu terjadi
terus menerus. Dan setiap teori filsafat yang baru itu pasti berkaitan dengan
teori yang sebelumnya, entah itu bertolak belakang maupun mengembangkan, dan
ada juga yang berdiri ditengah-tengahnya.
Teori-teori filsafat yang muncul terkadang lahir dari teori yang sebelumnya, dan dari teori stu itu bisa melahirkan beberapa teori baru yang berhubungan teori yang sebelumnya, sehingga teori-teori tersebut saling berkaitan dan tidak akan bisa putus seperti donat yang melingkar.
Seseorang
jika ingin mempelajari filsafat tentunya harus belajar dari teori yang pertama
dulu baru teori-teori yang selanjutnya yang, karena teori yang sebelumnya itu
yang akan menjembatani untuk memahami teori yang setelahnya. Dan filsafat itu
harus dipelajari sedikit demi sedikit, dan tidak bisa dipelajari langsung
secara keseluruhan, karena jika kita mempelajarinya secara langsung maka
filsafat itu akan membuat kita sulit untuk memehainya, mempelajari filsafat itu
harus bertahap sehingga kita bisa lebih mudah menikmati filsafat itu sendiri.
Seperti halnya donat, jika kita memakan donat langsung tanpa menggigitnya
sedikit demi sedikit, maka kita akan sulit untuk mengunyahnya dan tidak bisa
langsung ditelan, begitu pula dengan filsafat. Untuk memahami filsafat maka
kita harus mempelajarinya sedikit demi sedikit seperti makan donat, karena jika
kita makan donat dengan menggigitnya sedikit demi sediki, kenikmata donat itu
bisa lebih terasa dan mudah untuk dicerna. Filsafat pun seperti itu, dengan
sedikit demi sedikit kita akan mudah mengerti tentang filsafat, dan bisa
menikmati kandungan makna, keindahan, dan keunikn serta kerumitan filsafat itu
sendiri.
Setiap
orang yang mempelajari filsafat pasti awalnya menganggap bahwa filsafat itu
rumit, apa lagi filsafat yang selanjutnya, namun dari kerumitan itu orang akan
merasa ingin tahu lebih jauh lagi tentang filsafat. Dan iku akan berjalan terus
sampai orang itu mengerti apa itu filsafat, dan setelah orang itu tau apa
filsafat itu maka dia akan merasakan keindahan dari kerumitan filsafat itu,
begitu pula dengan donat, apabila dimakan sedikit demi sedikit maka kita akan
lebih bisa menik mati rasa donat tersebut dan apabila donat itu sudah habis,
maka kita akan merasakan kenikmatan dari donat yang kita makan itu.
Donat
itu tidak semua toko menjualnya, karena tidak
semua orang itu suka dengan donat, mungkin karna rasanya. Begitu juga dengan filsafat,
menurut sebagian orang mungkin filsafat itu yang menakutkan, menurut mereka
mungkin filsafat itu hal yang tidak masuk akal, filsafat itu gila dan
sebagainya. Namun bagi orang yang suka dengan donat, maka dia akan mengatakan
bahwa donat itu enak, karena donat itu terbuat dari beberapa bahan yang
menjadikan donat itu menjadi cirri khas, baik secara bentuk maupun tekstur.
Begitu juga dengan filsafat, bagi orang yang suka dengan filsafat, memahami
filsafat adalah suatu hal yang menarik bagi mereka, karena filsafat itu bukan
hanya sekedar bacaan melainkan juga sejarah yang didalamnya menguak beberapa
nama-nama tokoh yang ada dalam filsafat dan bagai mana tokoh tersebut
menyampaikan teori dan pendapatnya tentang fisafat. Selain itu filsafat ilmu
juga mepelajari tentang sejarah ilmu pada zaman peradaban kuno, peradaban
tengah, peradaban islam, dan lain-lain.
Dan
saat kita makan donat maka kita bisa menikmati donat itu apabila kita suka
dengan donat, dan kita tidak akan bisa menikmati rasa donat apabila kita tidak
suka dengan donat. Itulah filsafat, kita dapat mempelajari dan memahami
filsafat apabila kita suka dengan filsafat, karena dari rasa suka bisa
menumbuhkan rasa igin tahu yang lebih untuk memelajari serang kaian filaafat
yang saling berhubungan itu. Dan kita akan merasakan kenikmatan dan kepuasan
setelah kita bisa menikmati donat sedikit demi sedikit dan bisa
menghabiskannya, dari situlah kenimatan yang luar biasa akan muncul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar