Selasa, 15 Januari 2013

Arti Filsafat


Filsafat dengan Donat

Filsafat menurut saya itu seperti donat, yang bulat dan berlubang tengah. Kenapa saya mengatakan filsafat itu seperti donat, karena filsafat itu menurut saya rumit dan muter-muter terus dan tak ada habisnya, setelah teori filsafat yang satu selesai dipelajari muncul lagi teori filsafat yang lainnya, dan itu terjadi terus menerus. Dan setiap teori filsafat yang baru itu pasti berkaitan dengan teori yang sebelumnya, entah itu bertolak belakang maupun mengembangkan, dan ada juga yang berdiri ditengah-tengahnya.

Teori-teori filsafat yang muncul terkadang lahir dari teori yang sebelumnya, dan dari teori stu itu bisa melahirkan beberapa teori baru yang berhubungan teori yang sebelumnya, sehingga teori-teori tersebut saling berkaitan dan tidak akan bisa putus seperti donat yang melingkar.
Seseorang jika ingin mempelajari filsafat tentunya harus belajar dari teori yang pertama dulu baru teori-teori yang selanjutnya yang, karena teori yang sebelumnya itu yang akan menjembatani untuk memahami teori yang setelahnya. Dan filsafat itu harus dipelajari sedikit demi sedikit, dan tidak bisa dipelajari langsung secara keseluruhan, karena jika kita mempelajarinya secara langsung maka filsafat itu akan membuat kita sulit untuk memehainya, mempelajari filsafat itu harus bertahap sehingga kita bisa lebih mudah menikmati filsafat itu sendiri. Seperti halnya donat, jika kita memakan donat langsung tanpa menggigitnya sedikit demi sedikit, maka kita akan sulit untuk mengunyahnya dan tidak bisa langsung ditelan, begitu pula dengan filsafat. Untuk memahami filsafat maka kita harus mempelajarinya sedikit demi sedikit seperti makan donat, karena jika kita makan donat dengan menggigitnya sedikit demi sediki, kenikmata donat itu bisa lebih terasa dan mudah untuk dicerna. Filsafat pun seperti itu, dengan sedikit demi sedikit kita akan mudah mengerti tentang filsafat, dan bisa menikmati kandungan makna, keindahan, dan keunikn serta kerumitan filsafat itu sendiri.
Setiap orang yang mempelajari filsafat pasti awalnya menganggap bahwa filsafat itu rumit, apa lagi filsafat yang selanjutnya, namun dari kerumitan itu orang akan merasa ingin tahu lebih jauh lagi tentang filsafat. Dan iku akan berjalan terus sampai orang itu mengerti apa itu filsafat, dan setelah orang itu tau apa filsafat itu maka dia akan merasakan keindahan dari kerumitan filsafat itu, begitu pula dengan donat, apabila dimakan sedikit demi sedikit maka kita akan lebih bisa menik mati rasa donat tersebut dan apabila donat itu sudah habis, maka kita akan merasakan kenikmatan dari donat yang kita makan itu.
Donat itu tidak semua toko  menjualnya, karena tidak semua orang itu suka dengan donat, mungkin karna rasanya. Begitu juga dengan filsafat, menurut sebagian orang mungkin filsafat itu yang menakutkan, menurut mereka mungkin filsafat itu hal yang tidak masuk akal, filsafat itu gila dan sebagainya. Namun bagi orang yang suka dengan donat, maka dia akan mengatakan bahwa donat itu enak, karena donat itu terbuat dari beberapa bahan yang menjadikan donat itu menjadi cirri khas, baik secara bentuk maupun tekstur. Begitu juga dengan filsafat, bagi orang yang suka dengan filsafat, memahami filsafat adalah suatu hal yang menarik bagi mereka, karena filsafat itu bukan hanya sekedar bacaan melainkan juga sejarah yang didalamnya menguak beberapa nama-nama tokoh yang ada dalam filsafat dan bagai mana tokoh tersebut menyampaikan teori dan pendapatnya tentang fisafat. Selain itu filsafat ilmu juga mepelajari tentang sejarah ilmu pada zaman peradaban kuno, peradaban tengah, peradaban islam, dan lain-lain.
Dan saat kita makan donat maka kita bisa menikmati donat itu apabila kita suka dengan donat, dan kita tidak akan bisa menikmati rasa donat apabila kita tidak suka dengan donat. Itulah filsafat, kita dapat mempelajari dan memahami filsafat apabila kita suka dengan filsafat, karena dari rasa suka bisa menumbuhkan rasa igin tahu yang lebih untuk memelajari serang kaian filaafat yang saling berhubungan itu. Dan kita akan merasakan kenikmatan dan kepuasan setelah kita bisa menikmati donat sedikit demi sedikit dan bisa menghabiskannya, dari situlah kenimatan yang luar biasa akan muncul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar