Reoni Mata Kaki
seperti embun pagi
kata-kataku terus berjatuhan
di dedaunan yang penuh kegelisaha
seperti mentari
kata-kataku terus berputar berlarian
di atap-atap yang penuh kerinduan
seperti embun pagi
kata-kataku terus berjatuhan
di dedaunan yang penuh kegelisaha
seperti mentari
kata-kataku terus berputar berlarian
di atap-atap yang penuh kerinduan
sayang, tak kutemui angin
berhembus ke arahmu
pembawa pesan dariku
entah!
takdir tak berpihak padaku
atau kamu yang sengaja berlalu
Lumajang, 7 Februari 2016
berhembus ke arahmu
pembawa pesan dariku
entah!
takdir tak berpihak padaku
atau kamu yang sengaja berlalu
Lumajang, 7 Februari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar