Selasa, 09 Februari 2016

Reoni Mata Kaki

Reoni Mata Kaki


seperti embun pagi
kata-kataku terus berjatuhan
di dedaunan yang penuh kegelisaha

seperti mentari
kata-kataku terus berputar berlarian
di atap-atap yang penuh kerinduan

sayang, tak kutemui angin
berhembus ke arahmu
pembawa pesan dariku

entah!
takdir tak berpihak padaku
atau kamu yang sengaja berlalu


Lumajang, 7 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar