Entah apa yang kucari,
Yang jelas tak 'kan kubiarkan kau pergi seorang diri,
Bukan karena aku takut kehilangan
Bukan karena aku takut kesepian
Aku hanya takut kamu tengelam dalam kesunyian Aku hanya takut kamu tersakiti (tanpaku) Aku ingin menjagamu (bersamaku)
: entah apa rencana Tuhan, karena ini takdir bukan permainan sihir
Tak ada lagi yang dapat kutulis
Saat kata-kataku t'lah kau tenggelamkan di tengah rumpunnya kegelisahan
Tak ada lagi yang dapat kulukis
Saat fikiranku t'lah kau hanyutkan dalam gersangnya kesyahduan
Tak ada lagi yang dapat kulakonkan Saat ribuan narasi t'lah kau ceritakan di puncak kerinduan
Tak ada yang dapat kutuliskan
Selain kata yang membuatmu bahagia saat kau baca
Tak ada lagi yang dapat kulukiskan
Selain goresan kosong yang dapat kau isi dengan potret kebahagiaan
Tak ada lagi yang dapat kulakonkan
Selain berdialog dengan Tuhan agar kau s'lalu dalam kebahagiaan
Dan tak lagi ada yang kupaksakan
Karena cinta hanya dapat kuperjuangkan
Tidak seperti biasanya di pagi ini, tak ada yang dapat kutuliskan tentang mentari untuk kubingkai dalam bait-bait puisi
Sederet kata-kataku telah hilang di tengah-tengah rimbunnya kerinduan yang terus tumbuh dalam sepi terguyur rintik hujan penuh kesunyian
Tak ada lagi yang dapat kutulis meski waktu t'lah membangunkanmu dari sisa-sisa mimpi yang tengah kau daki semalam: saat bulan tersenyum manis mengiringi menanti pagi
Masih ingatkah tentang kata-kata yang kurnagkai dalam kalimat sederhana
yang tersusun rapi dalam bait kecil dalam diary,
Bersajak merdu dan romantis
meskipun jauh dari kata 'Puitis',
Kini kukunci rapat dalam lemari bersama potret kita di masa lalu dan esok akan kubuka Saat aku merindukanmu :Ini masa lalu yang harus dikenang bukan untuk dilupakan.
Aku
Dunia maya yang hanya sebagai penghiburmu
Yang hanya kau datangi saat kau ada masalah dengan kekasihmu
Yang kau sapa di waktu luangmu saja
Sebagai dunia mayamu Hanya kudapati senyummu yang terangkai dalam ceritamu Sesaat kau menghabiskan waktu bersama kekasihmu Kamu Lewat akunmu, Temui aku kapanpun kau ingin berbagi rasamu: sedih, senang, susah, gembira. Sebagai dunia mayamu Yang kutahu hanya menerima kehadiranmu dan mengikhlaskan kepergianmu Kamu Yang kutahu: aku hanya bisa membahagiakanmu Kamu Datang kapanpun kamu mau Dengan semua setatusmu dan tutup aku dengan semua kebahagiaanmu