Surat (kepada) yang Buta
yang ada hanya kebodohan
jika kau terus berlidung dibawah payung hujan tanpa gaun dan selendang,
yang ada hanya kegilaan
jika kau hanya mebaca jejak kaki yang terus-menerus geli
saat diikuti dan kaku saat kau bilang "kau dan aku",
yang ada hanya omong kosong
jika kau hanya memandang bayang-bayang dibawah awan hitam
: "aku membutuhkanmu"
Dan saat hari menjelang senja, purnama telah mengitai di pelipis mata
Dengan senyum di bibir yang manis iya mendekat
Berbisik mesra di telinga
Dengan senyum di bibir yang manis iya mendekat
Berbisik mesra di telinga
: "Akankah kau terus dalam kebisuan jika yang berkuasa akan tetap membiarkanmu membusuk tanpa kata?"
17 Agust'14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar