Senin, 28 Desember 2015

Resah

Resah

: Dae

Biarkan sampah ini tetap membusuk dalam ruang penantian,
sampai keindahan kunang-kunang akan menghiasi kelamnya malan
menggusur bintang-bintang,

dan bulan pun akan tersenyum melihat keindahan dalam kesederhanaan


antara Aku dan Tuhan

antara Aku dan Tuhan

tentangku di hadapan Tuhan;


Ada, berada, tapi tidak mengada,
Ada, mengada, tapi tidak berada,
Ada, tak berada, tak mengada,
Berada, mengada, tapi tak ada,
Berada, tak mengada, tak ada,
Mengada, tak berada, tak ada.



20 Nov'15

Pesan Terakhir Sebelum Senja Tiba

Pesan Terakhir Sebelum Senja Tiba
Mungkin aku terlalu mengagumi keindahanmu
sampai aku terlupa akan kebusukanku
hingga aku menghapuskan tirai yang seharusnya menjadi pembatas
antara keindahan dan kebusukan.

Kini kebusukan telah mengingatkanku


Keindahan tak mungkin bisa menyatu,
karena aku hanya sampah dan kebusukan adalah jatidiriku
sedangkan dirimu adalah matahari terbit

yang mengindahkan setiap sudut pandanganku



2 Jun'15

Pesta untuk Kebodohanku

Pesta untuk Kebodohanku

Menatap waktu dalam hari
Menghitung jari ke kanan dan ke kiri
Ah ah ah ah....
SIAL!!
Aku semakin tak mengerti

Mantan.....
Pernikahanmu hanya dapat kusesali



4 Jun'15

Tersesat

Tersesat

Jika mata ini tak mampu lagi memandang
dan sampah pun tak lagi terbuang
Haruskah kaki ini tetap tertahan.,?


: izinkan aku pergi
Tuhan.



26 Feb'13

Penghianatan

Penghianatan


Jika tak kutemui kedamaian di matamu,
di tong sampah mana lagi aku harus menyembunyikan kebusukanku?



4 Sept'15

Antara Penantian dan Harapan

Antara Penantian dan Harapan


Jika terus kau usik hati yang enggan berbisik
Akankah umpatku akan kau anggap menarik?

Jika terus kau goyahkan hati yang teduh
Akankah kau tersenyum dikala datang tingkah yang gaduh?

Jika terus kau terlantarkan hati yang gundah
Akankah rinduku kau anggap sampah?

Jika kau tak mampu mengindahkan
Biarkan aku tetap hidup bersama kebusukan.



6 Jun'13

Surat (kepada) yang Buta

Surat (kepada) yang Buta
yang ada hanya kebodohan
jika kau terus berlidung dibawah payung hujan tanpa gaun dan selendang,

yang ada hanya kegilaan
jika kau hanya mebaca jejak kaki yang terus-menerus geli
saat diikuti dan kaku saat kau bilang "kau dan aku",

yang ada hanya omong kosong
jika kau hanya memandang bayang-bayang dibawah awan hitam
yang terus menutup mata saat kau sapa dan merasa terusik saat kau ajak berbisik

Di Antara Kita

Di antara Kita
siapa yang harus kusapa,
ketika mayatmu tak lagi kutemui dalam duka
siapa yang harus kurayu,
ketika matamu tak lagi mencumbuku dalam malu
siap yang harus kusanjung,
ketika kebisuanmu masih setia menggunung
dan siapa yang harus kuhujam,
ketika kebusukan masih jadi budaya kekinian

aku bukan luka untuk semua bahagiamu
aku juga bukan duka untuk tirai sejuta asa



10 Des'15

Nostalgia

Nostalgia

Senja berlalu
Matamu kian malu
Lalu terdiam



21 Okt'15

IZINKAN KUTEMUI DIRIMU

IZINKAN KUTEMUI DIRIMU

:Umma

jika dapat kutampung hujan
tak 'kan kubiarkan kau terdiam dalam kesunyian,
jika dapat kubungkus mentari yang terik
tak 'kan kubiarkan kau terluka walau dalam bisik,
jika dapat kutahan senja dari lenyapnya
tak 'kan kubiarkan kau hidup sedetikpun tanpa cinta,
dan jika dapat kulukiskan rembulan untuk selalu purnama
tak 'kan kubiarkan kau bernafas sedikitpun tanpa bahagia.



16 Des'15

Selasa, 13 Oktober 2015

ANTARA

ANTARA

jika terus kau usik hati yang enggan berbisik
akankah umpatku akan kau anggap menarik?

jika terus kau goyahkan hati yang teduh
akankah kau tersenyum dikala datang tingkah yang gaduh?


RISAU

RISAU

Saat hari menjelang senja
purnama telah mengitai di pelipis mata

Dengan senyum di bibir yang manis iya mendekat
Berbisik mesra di telinga
:"Akankah kau terus dalam kebisuan jika yang berkuasa akan tetap membiarkanmu membusuk tanpa    kata?"


8 September 2015