Ada, berada, tapi tidak mengada, Ada, mengada, tapi tidak berada, Ada, tak berada, tak mengada, Berada, mengada, tapi tak ada, Berada, tak mengada, tak ada, Mengada, tak berada, tak ada.
siapa yang harus kusapa, ketika mayatmu tak lagi kutemui dalam duka siapa yang harus kurayu, ketika matamu tak lagi mencumbuku dalam malu siap yang harus kusanjung, ketika kebisuanmu masih setia menggunung dan siapa yang harus kuhujam, ketika kebusukan masih jadi budaya kekinian
aku bukan luka untuk semua bahagiamu aku juga bukan duka untuk tirai sejuta asa
jika dapat kutampung hujan
tak 'kan kubiarkan kau terdiam dalam kesunyian,
jika dapat kubungkus mentari yang terik tak 'kan kubiarkan kau terluka walau dalam bisik, jika dapat kutahan senja dari lenyapnya tak 'kan kubiarkan kau hidup sedetikpun tanpa cinta, dan jika dapat kulukiskan rembulan untuk selalu purnama tak 'kan kubiarkan kau bernafas sedikitpun tanpa bahagia.
Dengan senyum di bibir yang manis iya mendekat
Berbisik mesra di telinga
:"Akankah kau terus dalam kebisuan jika yang berkuasa akan tetap
membiarkanmu membusuk tanpa kata?"