Kamis, 21 Februari 2013

cerpen 24


24

Meliukkkan  seluruh bulu yang ada di sekujur tubuh, selalu itu yang kau gunakan untuk memikatku. Menggunakan aji-aji apa kamu, sampai aku mau menyentuh perutmu yang penuh bulu halus?. Aku berpikir, kamu menyentuh raga bukan sekedar raga, tapi jiwa yang kau balut senja. Indah bukan?
Di ruang ini hanya kita berdua. Ulat dan kunang-kunang.
Ruangan ini gelap. Tapi aku mampu memberi cahaya di kornea matamu dengan tubuhku sendiri.
Kau tarik pergelangan tangan ku yang bisa rapuh kapan saja jika terlalu keras kau tarik. Tulus. Ku jambak bulu yang membalut tubuhmu sampai kau rasakan ada tanganku mengulum bulumu.